Monday, September 28, 2015

Problematika Generasi Penerus Bangsa versi dua

Problematika Generasi Penerus Bangsa


Generasi penerus bangsa Indonesia adalah adalah orang-orang yang akan meneruskan dan membawa Indonesia nantinya ke arah lebih baik atau ke arah lebih buruk, yaitu pemuda-pemuda bangsa Indonesia yang akan menggantikan aktor-aktor bangsa saat ini. Pada zaman globlisasi dan pekembangan teknologi yang cepat ini generasi penerus bangsa banyak yang terbawa arus dampak negatifnya, yang membuat kondisi penerus bangsa saat ini sangat memprihatinkan dan makin memprihatinkan saat aktor-aktor bangsa tidak ada yang layak untuk dijadikan panutan dan teladan.
Indonesia yang lebih baik pun seperti hanya tinggal impian dengan keadaan penerus bangsa saat ini. Apasih sebenarnya problematika yang dihadapi penerus bangsa saat ini?, sebenarnya banyak dan mungkin sebagian orang ada yang sadar dan tidak sadar serta tidak peduli dengan masalah-masalah disekitar mereka atau bahkan masalah pada diri mereka sendiri. Seperti gaya hidup orang barat yang banyak diterapkan pemuda saat ini yaitu menggunakan narkoba, minum-minuman keras dan hubungan seks diluar nikah, kecurangan-kecurangan ringan yang sering dilakukan pelajar saat ini yaitu bolos, titip absen, plagiat dan nyontek serta membeli nilai atau absen dengan uang, yang akan menciptakan koruptor bangsa, dampak negatif teknologi yaitu menonton video porno dapat dilakukan dimana saja dan gratis, menghabiskan waktu didepan alat canggih, kecanduan game yang mengkibatkan sekolah maupun kehidupan sehari-harinya terbengkalai. Menurunnya moral atau nilai kemanusiaan seperti membanggakan sesuatu yang buruk dan jijik terhadap sesuatu yang baik, yaitu saat seseorang tidak meroko dikatakan cupu, so alim dan lain-lain. Lebih suka kekerasan dalam menyelesaikan masalah seperti tawuran, merasa gaul bila berkata-kata kasar serta perempuan zaman sekrang yang lebih menyukai pakaian-pakaian minim dan transparan.
Jika ditelurusi lebih dalam akan lebih banyak masalah-masalah yang ada. Sebenarnya sudah banyak orang atau penerus bangsa yang ingin melakukan perubahan bangsanya, melakukan riset dan penelitian terhadap masalah ini itu serta mencari solusinya, namun yang seperti kita lihat saat ini Indonesia masih tetap sama dan bahkan tetap bertambah buruk.
Indonesia yang lebih baik hanya tinggal kenangan. Sebenarnya semua masalah itu sendiri timbul karena pemuda zaman sekarang yang lebih suka menyesuaikan diri dengan masalah, bukannya membasmi masalah tersebut agar tidak berkembang biak. Mau bagaimana lagi, dari kecil saja seseorang sudah dikenalkan dan diajarkan dengan hal-hal yang tidak baik yang membuat kita malah menyesuaikan diri dengan masalah yang ada sehingga kita tidak dapat melihat masalah tersebut. Seperti waktu kita kecil, saat kita menangis mungkin ibu atau orang disekitar kita akan berkata “jangan nangis nanti di kasih permen”, setelah kita berhenti menangis kita tidak diberi permen, itu adalah pengajaran kebohongan saat kita masih kecil, saat kita telah duduk dibangku sekolah karena kita sangat pintar, saat ujian sekolah kita disuruh untuk memberikan jawaban kita ke teman sekelas kita agar dapat lulus bersama, ini mengajarkan kita untuk saling tolong menolong terhadap keburukan yang membentuk sikap membanggakan hal yang buruk ketimbang yang baik, yaitu saat seseorang yang pintar tidak ingin memberikan jawabannya saat kuis, malah orang tersebut yang akan dicaci maki oleh orang-orang disekitarnya. Dan hingga kita dewasa kita telah terbiasa dengan masalah-masalah yang tak terlihat disekitar kita dan kita pun dididik untuk tetap melakukan kesalahan tersebut.
Sebenarnya apa yang salah dengan Indonesia? Semuanya salah dari pendidik kita yang mendidik sesuai yang diajarkan oleh pendahulunya, pemerintah yang mungkin tidak dapat melihat masalah karena telah terbiasa dengan masalah tersebut,serta penerus bangsa sendiri yang tidak sadar akan masalah didirinya dan sekitarnya.
Semua masalah ini dapat kita atasi dengan mengurangi rasa toleransi terhadap masalah dan meningkatkan rasa peduli terhadap orang lain. Yaitu saat kita melihat orang lain berbuat kesalahan, kita langsung menegurnya atau menasehatinya dengan cara yang sesuai. Kita menegur dan menasehati dia karena kita peduli terhadap dia dan kita tidak punya toleransi terhadap kesalahan yang dia lakukan. Serta sadarkan orang-orang disekitar kita tentang masalah yang dia hadapi dan jangan sungkan untuk menasehati dengan cara yang orang yang kita tegur sukai. Dari pemerintah sendiri mungkin melakukan sosialisasi, seminar atau penyuluhan menyeluruh tentang problematika yang dihadapi bangsa Indonesia. Jangan sampai suatu masalah atau ketidakjanggalan kita biarkan mendarah daging di negeri kita tercinta ini. Karena kalau bukan kita yang telah sadar yang mengingatkan kepada orang lain, terus siapa lagi?. Indonesia yang lebih baik itu berasal dari penerus bangsa yang lebih baik pula. Mungkin saat menjadi penerus bangsa kita tidak dapat berbuat banyak tentang bangsa kita ini, namun saat kita telah menjadi aktor bangsa kita dapat berperan banyak dalam perubahan bangsa ini, maka siapkanlah diri kita menjadi aktor bangsa yang siap melakukan perubahan untuk menuju Indonesia yang lebih baik.


No comments:

Post a Comment