Problematika
Generasi Penerus Bangsa
Generasi
penerus bangsa Indonesia adalah adalah orang-orang yang akan meneruskan dan
membawa Indonesia nantinya ke arah lebih baik atau ke arah lebih buruk, yaitu pemuda-pemuda
bangsa Indonesia yang akan menggantikan aktor-aktor bangsa saat ini. Pada zaman
globlisasi dan pekembangan teknologi yang cepat ini generasi penerus bangsa
banyak yang terbawa arus dampak negatifnya, yang membuat kondisi penerus bangsa
saat ini sangat memprihatinkan dan makin memprihatinkan saat aktor-aktor bangsa
tidak ada yang layak untuk dijadikan panutan dan teladan.
Indonesia
yang lebih baik pun seperti hanya tinggal impian dengan keadaan penerus bangsa
saat ini. Apasih sebenarnya problematika yang dihadapi penerus bangsa saat
ini?, sebenarnya banyak dan mungkin sebagian orang ada yang sadar dan tidak
sadar serta tidak peduli dengan masalah-masalah disekitar mereka atau bahkan
masalah pada diri mereka sendiri. Seperti gaya hidup orang barat yang banyak
diterapkan pemuda saat ini yaitu menggunakan narkoba, minum-minuman keras dan
hubungan seks diluar nikah, kecurangan-kecurangan ringan yang sering dilakukan
pelajar saat ini yaitu bolos, titip absen, plagiat dan nyontek serta membeli
nilai atau absen dengan uang, yang akan menciptakan koruptor bangsa, dampak
negatif teknologi yaitu menonton video porno dapat dilakukan dimana saja dan
gratis, menghabiskan waktu didepan alat canggih, kecanduan game yang
mengkibatkan sekolah maupun kehidupan sehari-harinya terbengkalai. Menurunnya
moral atau nilai kemanusiaan seperti membanggakan sesuatu yang buruk dan jijik
terhadap sesuatu yang baik, yaitu saat seseorang tidak meroko dikatakan cupu,
so alim dan lain-lain. Lebih suka kekerasan dalam menyelesaikan masalah seperti
tawuran, merasa gaul bila berkata-kata kasar serta perempuan zaman sekrang yang
lebih menyukai pakaian-pakaian minim dan transparan.
Jika
ditelurusi lebih dalam akan lebih banyak masalah-masalah yang ada. Sebenarnya
sudah banyak orang atau penerus bangsa yang ingin melakukan perubahan
bangsanya, melakukan riset dan penelitian terhadap masalah ini itu serta
mencari solusinya, namun yang seperti kita lihat saat ini Indonesia masih tetap
sama dan bahkan tetap bertambah buruk.
Indonesia
yang lebih baik hanya tinggal kenangan. Sebenarnya semua masalah itu sendiri
timbul karena pemuda zaman sekarang yang lebih suka menyesuaikan diri dengan
masalah, bukannya membasmi masalah tersebut agar tidak berkembang biak. Mau
bagaimana lagi, dari kecil saja seseorang sudah dikenalkan dan diajarkan dengan
hal-hal yang tidak baik yang membuat kita malah menyesuaikan diri dengan
masalah yang ada sehingga kita tidak dapat melihat masalah tersebut. Seperti
waktu kita kecil, saat kita menangis mungkin ibu atau orang disekitar kita akan
berkata “jangan nangis nanti di kasih permen”, setelah kita berhenti menangis
kita tidak diberi permen, itu adalah pengajaran kebohongan saat kita masih
kecil, saat kita telah duduk dibangku sekolah karena kita sangat pintar, saat ujian
sekolah kita disuruh untuk memberikan jawaban kita ke teman sekelas kita agar dapat
lulus bersama, ini mengajarkan kita untuk saling tolong menolong terhadap
keburukan yang membentuk sikap membanggakan hal yang buruk ketimbang yang baik,
yaitu saat seseorang yang pintar tidak ingin memberikan jawabannya saat kuis,
malah orang tersebut yang akan dicaci maki oleh orang-orang disekitarnya. Dan
hingga kita dewasa kita telah terbiasa dengan masalah-masalah yang tak terlihat
disekitar kita dan kita pun dididik untuk tetap melakukan kesalahan tersebut.
Sebenarnya
apa yang salah dengan Indonesia? Semuanya salah dari pendidik kita yang
mendidik sesuai yang diajarkan oleh pendahulunya, pemerintah yang mungkin tidak
dapat melihat masalah karena telah terbiasa dengan masalah tersebut,serta
penerus bangsa sendiri yang tidak sadar akan masalah didirinya dan sekitarnya.
Semua
masalah ini dapat kita atasi dengan mengurangi rasa toleransi terhadap masalah
dan meningkatkan rasa peduli terhadap orang lain. Yaitu saat kita melihat orang
lain berbuat kesalahan, kita langsung menegurnya atau menasehatinya dengan cara
yang sesuai. Kita menegur dan menasehati dia karena kita peduli terhadap dia
dan kita tidak punya toleransi terhadap kesalahan yang dia lakukan. Serta
sadarkan orang-orang disekitar kita tentang masalah yang dia hadapi dan jangan
sungkan untuk menasehati dengan cara yang orang yang kita tegur sukai. Dari
pemerintah sendiri mungkin melakukan sosialisasi, seminar atau penyuluhan
menyeluruh tentang problematika yang dihadapi bangsa Indonesia. Jangan sampai
suatu masalah atau ketidakjanggalan kita biarkan mendarah daging di negeri kita
tercinta ini. Karena kalau bukan kita yang telah sadar yang mengingatkan kepada
orang lain, terus siapa lagi?. Indonesia yang lebih baik itu berasal dari
penerus bangsa yang lebih baik pula. Mungkin saat menjadi penerus bangsa kita
tidak dapat berbuat banyak tentang bangsa kita ini, namun saat kita telah
menjadi aktor bangsa kita dapat berperan banyak dalam perubahan bangsa ini,
maka siapkanlah diri kita menjadi aktor bangsa yang siap melakukan perubahan
untuk menuju Indonesia yang lebih baik.
No comments:
Post a Comment