Monday, September 28, 2015

Problematika Generasi Penerus Bangsa

Problematika Generasi Penerus Bangsa


Generasi penerus bangsa Indonesia adalah orang-orang yang akan meneruskan dan membawa Indonesia nantinya kearah lebih baik atau kearah lebih buruk, yaitu para pemuda bangsa Indonesia yang akan menggantikan aktor-aktor bangsa saat ini. Pada zaman globalisasi dan pekembangan teknologi yang cepat ini generasi penerus bangsa banyak yang terbawa arus dampak negatifnya, yang membuat kondisi penerus bangsa saat ini sangat memprihatinkan, dan makin memprihatinkan lagi saat aktor-aktor bangsa tidak ada yang layak untuk dijadikan panutan atau teladan.
“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Masa depan bangsa ini berada di pundak mereka. Mahasiswa adalaha gen perubahan layaknya para pahlawan yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Namun kondisi saat ini cukup memprihatinkan. Masyarakat kerap menuding pergaulan mahasiswa sudah dikotori dengan praktik seks bebas di kampus, tawuran antar mahasiswa, penyalahgunaan narkoba, jual beli ijazah, plagiat skripsi, tesis, hingga disertasi. Termasuk tidak lagi menjadikan intelektualitas sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang”(Agustian, 2007).
Indonesia yang lebih baik pun seperti hanya tinggal impian dengan keadaan penerus bangsa saat ini. Masalah-masalah generasi penerus bangsa terus muncul dan berkembang hingga saat ini, dan telah mendarah daging, seperti gaya hidup orang barat yang banyak diterapkan pemuda saat ini yaitu menggunakan narkoba, minum-minuman keras dan hubungan seks dilua rnikah, kecurangan-kecurangan ringan yang sering dilakukan pelajar saat ini yaitu bolos, titip absen, plagiat dan nyontek serta membeli nilai atau absen dengan uang, yang akan menciptakan koruptor bangsa, dampak negative teknologi yaitu menonton video porno dapat dilakukan dimana saja dan gratis, menghabiskan waktu didepan alat canggih, kecanduan game yang mengkibatkan sekolah maupun kehidupan sehari-harinya terbengkalai. Menurunnya moral atau nilai kemanusiaan seperti membanggakan sesuatu yang buruk dan jijik terhadap sesuatu yang baik, yaitu saat seseorang tidak meroko dikatakan cupu, so alim dan lain-lain. Lebih suka kekerasan dalam menyelesaikan masalah seperti tawuran, merasa gaul bila berkata-kata kasar serta perempuan zaman sekarang yang lebih menyukai pakaian-pakaian minim dan transparan.
Penyebab terus tumbuh dan berkembangnya problematika ini berasal dari dalam dan luar para pemuda bangsa. Penyebab dari dalam yaitu control pemuda terhadap dirinya yang lemah, serta ketidaktahuan yang mengakibatkan tidak dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Penyebab dari luar yaitu lingkungan sekitar yang mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan masalah, seperti internet, yang menjadi sumber hal-hal sensual yang gratis, tayangan televisi yang menampilkan acara-acara yang tidak mendidik, pergaulan yang membanggakan mencontek dan mendiskriminasi seseorang yang tidak mencontek atau memberikan contekan dan lain-lain.
“Sejauh ini bagi saya, pemerintah belum pernah berhasil merumuskan solusi permasalahan pemuda. Bagi saya, tidak ada solusi khusus bagi masalah pemuda di Indonesia hari ini. Hanyasaja, pemuda Indonesia hari ini harus menjadi individu yang merdeka. Individu yang heroik, yang selalu ingin keluar dari zona nyaman. Individu yang unggul dan sanggup berkompetisi secara global. Individu yang tidak mudah puas. Individu yang sanggup mengenali dirinya masing-masing. Individu yang selalu ingin belajar. Individu yang skeptis, yang tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang baru diterima. Individu yang berani. Individu yang jujur. Individu yang paripurna sebagai manusia seutuhnya”(Dzakiy, 2013).
Tidak ada solusi khusus untuk problematika generasi penerus bangsa saat ini, namun ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menuntaskan problematika yang ada.
Pemerintah
Pemerintah mungkin dapat mengatur atau membatasi penyiaran acara televise dan internet di Indonesia, membrantas koruptor lebih giat lagi, meng-improve system pendidikan di Indonesia dan mungkin melakukan penyuluhan tentang parenting, karena orang tua adalah panutan anak dan merupakan tempat belajar anak yang pertama.
Pendidik
Dosen dan guru atau pengajar jangan pernah toleransi apalagi membiarkan muridnya melakukan kecurangan. Karena kecurangan adalah bibit-bibit perilaku korupsi. Janganlah hanya jadi seorang pengajar yang hanya menyampaikan materi, tapi juga seorang pendidik dan pembina.
Orang Tua
Para orang tua, belajarlah menjadi orang tua yang baik, orang tua yang dapat manjadi panutan dan teladan anak. Jangan lelah untuk belajar dan mencari tahu tentang bagaimana mendidik anak dengan baik dan benar.
Pemuda-pemudidan Kita Semua
Jadilah pribadi yang unggul dan baik. Pribadi yang mempunyai perilaku dan moral yang baik dan berprestasi serta pribadi yang paripurna. Dan persiapkan diri menjadi penerus bangsa yang dapat merubah Indonesia menjadi lebih baik. Jadilah pribadi yang tidak hanya ikut-ikutan terhadap sesuatu yang baru serta pribadi yang tidak toleransi terhadap setiap masalah di sekitar kita dan peduli terhadap lingkungan serta orang lain disekitar kita.
Problematika generasi penerus bangsa akan terus tumbuh dan berkembang jika tanpa ada gerak perubahan dari kita semua, jadi mulai sekarang bergeraklah menjadi roda perubahan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik, karena kalau bukan kita yang melakukan perubahan terus siapa lagi.

DaftarPustaka

Agustian, A. G. (2007, November 12). Diperoleh 19 April 2014 dari Pikiran Rakyat: http://pikiran-rakyat.com
Dzakiy, U. N. (2013, Oktober 28). Tidak Ada Solusi Khusus Bagi Masalah Pemuda Di Indonesia. Diperoleh 19 April 2014 dari  Indonesia 2045: http://indonesia2045.com


No comments:

Post a Comment