Monday, September 28, 2015

MINI RISET - HUBUNGAN INTIM PERTAMA KALI DILUAR NIKAH

BAB 1

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Pada zaman modern ini, zaman yang sedang mengalami perubahan teknologi yang sangat cepat, banyak sekali masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, salah satunya adalah seks pra-nikah.
Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat hasil survei pada 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pra-nikah. Berarti dari 100 ada 51 remaja yang telah melakukan seks pra-nikah, angka ini bukan angka yang kecil dan akan terus bertambah apabila tidak ada pencegahan nyata, serta akan membuat seks pra-nikah menjadi kebiasaan remaja bangsa Indonesia(Seksblog69, 2012).
Maka dari itu diadakanlah mini riset ini untuk mengetahui faktor penyebab dan pendorong remaja wanita melakukan seks pra-nikah untuk pertama kalinya.

1.2 Batasan Masalah

Mini riset ini lebih terfokus kepada permasalahan remaja yang mudahnya memberikan keperawanan mereka atau mudahnya remajawanita saat ini dalam melakukan hubungan intim tanpa menikah terlebih dahulu untuk pertama kalinya, serta hanya untuk mengetahui kelanjutan hidup dari remaja tersebut setelah melakukannya.

1.3 Rumusan Masalah

Masalah yang dapat dirumuskan dari mini riset ini adalah :
1        Apa saja faktor penyebab serta faktor pendukung remaja wanita melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya tanpa menikah terlebih dahulu?
2        Bagaimana kelanjutan hidup remajawanita yang telah melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya tanpa menikah?
3        Kisaran umur berapa mereka melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya tanpa menikah?

1.4 Tujuan dan Manfaat

Adapun tujun yang ingin dicapai oleh mini riset ini adalah :
1.      memaparkan dan mendeskripsikan sebab atau faktor penyebab serta faktor pendukung remajawanita melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya tanpa menikah terlebih dahulu.
2.      memaparkan dan mendeskripsikan kelanjutan remaja wanita yang telah melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya tanpa menikah.
3.      memaparkan kisaran umur remaja yang melakukan hubungn intim untuk pertama-kalinya tanpa menikah
Adapun manfaat yang diharapkan dari mini riset ini adalah :
1.      dapat diketahuinya penyebab, faktor penyebab dan factor pendukung terjadinya hubungan intim diluar nikah untuk pertama kalinya, sehingga masyarakat atau orang tua dapat membatasi atau menasehati anaknya agar tidak mendekati penyebab atau faktor penyebab dan pendukung tersebut.
2.      mengetahui kelanjutan remaja yang melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya.
3.      mengetahui kisaran umur remaja yang melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya diluar nikah, sehingga masyarakat atau orang tua dapat memberikan perhatian lebih pada anak mereka pada umur-umur tersebut, sebagai tindak pencegahan hilangnya keperawanan.

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunkan metode kualitatif yaitu metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih menggunakan teknik analisis mendalam (in-depth analysis), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya(Zona Ilmu Pendidikan, 2011).
Metode pengumpulan data dari mini riset ini dengan menggunakan wawancara tidak langsung.

BAB 2

DESKRIPSI DATA


2.1 Persiapan Penelitian

Langkah awal dari penelitian adalah mempersiapkan instrumen yang digunakan yaitu, alat perekam, pedoman wawancara, dan instrumen lainnya untuk menunjang kelancaran jalannya penelitian. Kemudian peneliti mencari subjek yang memenuhi kriteria.

2.2 Pelaksanaan Penelitian

Peneliti menjalin komunikasi yang baik guna memperlancar proses penelitian. Kemudian peneliti menghubungi partisipan melalui telepon, pesan singkat, dan chating media sosial untuk  melaksanakan wawancara agar partisipan tidak canggung dan bebas bercerita. Penelitian berlangsung mulai dari tanggal 4 April sampai 6 April 2014.
Sebelum melakukan wawancara, peneliti membuat janji untuk mengadakan wawancara dengan subjek dan mengambil data pribadi yang diperlukan serta menyamarkan identitas partisipan.

2.3 Hasil Penelitian

Hasil pengumpulan data yang menggunakan metode wawancara. Masalah-masalah psikologis remaja/ mahasiswa yang memutuskan untuk melakukan hubungan intim pertama kali di luar nikah.
Selanjutnya diperoleh data sebagai berikut:
Tabel Hasil
No
Responden
Pertanyaan
Jawaban
1
1
Berapa umur Anda sekarang?
19 Tahun
2
2
20 Tahun
3
3
19 Tahun
4
4
19 Tahun
5
5
19 Tahun
6
6
18 Tahun

Kesimpulan
Usia responden yang diwawancara adalah 18-20 tahun
7
1
Apa pekerjaan Anda saat ini?
Mahasiswa
8
2
Mahasiswa
9
3
Mahasiswa
10
4
Mahasiswa dan Entreprenuer
11
5
Ibu Rumah Tangga
12
6
Mahasiswa

Kesimpulan
responden rata-rata adalah mahasiswa
13
1
Apakah status Anda saat ini? (Menikah, berpacaran atau lajang)
Berpacaran
14
2
Berpacaran
15
3
Menikah
16
4
Berpacaran
17
5
Menikah
18
6
Lajang

Kesimpulan
rata-rata status responden adalah sedang berpacaran
19
1
Sudah berapa lama Anda berpacaran atau menikah?
4 bulan
20
2
1 tahun 4 bulan
21
3
7 bulan
22
4
2 tahun 10 bulan
23
5
1 tahun 6 bulan
24
6
-

Kesimpulan
responden berstatus pacaran memiliki lama hubungan 4 bulan -2 tahun, sedangkan yang menikah 7 bulan - 1 tahun
25
1
Aktivitas apa saja yang Anda lakukan bersama pacar?
Makan, Jalan
26
2
Jalan berdua, Makan, melakukan berbagai kegiatan bersama 
27
3
-
28
4
Pegangan tangan, jalan berdua, makan, melakukan berbagai kegiatan bersama
29
5
-
30
6
-

Kesimpulan
aktivitas yang dilakukan saat pacaran adalah makan, jalan dan melakukan kegiatan bersama pacar
31
1
Menurut Anda, Apakah aktivitas itu melanggar norma dan aturan yang ada?
Tidak
32
2
Tidak
33
3
-
34
4
Tidak
35
5
-
36
6
-

Kesimpulan
aktivitas pacaran yang dilakukan menurut mereka tidak melanggar norma dan aturan yang ada
37
1
Apakah aktivitas yang dilakukan sudah tergolong seks? (untuk yang berpacaran)
Tidak
38
2
Tidak
39
3
-
40
4
Tidak
41
5
-
42
6
-

Kesimpulan
aktivitas pacaran yang dilakukan tidak tergolong seks
43
1
Apakah Anda pernah berhubungan intim diluar nikah ?
Ya
44
2
Ya
45
3
Ya
46
4
Ya
47
5
Ya
48
6
Ya

Kesimpulan
semua responden pernah melakukan seks pra-nikah
49
1
Dengan siapa Anda melakukan hubungan intim itu, pertama kali
Mantan pacar
50
2
Mantan pacar
51
3
Mantan pacar
52
4
Mantan pacar
53
5
Mantan pacar, tapi sekarang sudah jadi suami
54
6
Mantan pacar

Kesimpulan
rata-rata hubungan seks pra-nikah pertama kali dilakukan bersama mantan pacar yang sekarang tidak memilihi hubungan apa-apa
55
1
Umur berapa Anda melakukan hubungan intim itu?
17 tahun
56
2
14 tahun
57
3
16 tahun
58
4
13 tahun
59
5
16 tahun
60
6
16 tahun

Kesimpulan
dilakukan direntang usia 13-17 tahun
61
1
Mengapa Anda bisa melakukan hubungan itu?
Karena terbawa nafsu dan ada kesempatan
62
2
Karena terlalu percaya dan terlalu sayang dengan mantan pacar saya saat itu sehingga apa yang ia mau saya turuti.
63
3
Saya melakukan hubungan tersebut karena dipaksa oleh mantan pacar saya. Jika saya tidak melakukannya maka saya akan disiksa olehnya. Saya tidak bisa berbuat apa apa saat itu karena dirumahnya tidak ada orang yang bisa menolong.
64
4
Karena saya sangat sayang mantan pacar saya saat itu.
65
5
Karena saya sangat sayang pacar saya dan suami saya sekarang.
66
6
Karena pacar saya minta.

Kesimpulan
dilakukannya seks pra-nikah pertama kali karena sangat percaya dan sayang kepada pacar saat itu, namun ada juga yang dipaksa pacar dan untuk memenuhi permintaan pacar
67
1
Dimana Anda melakukannya ?
Saya melakukannya di kontrakan mantan pacar saya
68
2
Di rumah mantan pacar saya
69
3
Di rumah mantan pacar saya
70
4
Di rumah mantan pacar saya
71
5
Di kontrakan pacar yang sudah jadi suami saya
72
6
Di kontrakan mantan pacar

Kesimpulan
seks pra-nikah pertama kali dilakukan di tempat pacar saat itu.
73
1
Bagaimana kondisi dan suasana saat itu ?
Ada beberapa orang di kontrakan, namun mereka acuh dan tidak peduli
74
2
Waktu itu lagi di nonton TV berdua di ruang TV, terbawa suasana karena kondisi rumah sepi dan aktivitas di lanjutkan di kamar.
75
3
Ada beberapa teman mantan pacar saya saat itu di rumahnya, namun mereka tidak peduli.
76
4
Saat itu lagi berduaan di kamar mantan pacar saya itu, waktu itu rumahnya lagi nggak ada orang. Memang lagi kasmaran mungkin saat itu serta kondisi dan suasana mendukung, maka terjadilah.
77
5
Suasananya waktu itu memang lagi mesra-mesranya, trus memang lagi di kamar terus ya udah.
78
6
Waktu itu di kamar kontrkan mantan pacar saya lagi berduaan, terus dia minta itu, awalnya ragu terus ga tau kenapa kejadian. Kontrakan waktu itu masih sepi kalau nggaak salah.

Kesimpulan
seks pra-nikah pertama kali dilakukan saat berduaan ditempat sepi seperti kamar, suasana saat itu memang sedang pacaran dan sedang kasmaran.
79
1
Dalam keadaan sadar atau tidak Anda melakukan hal tersebut?
Sadar
80
2
Sadar
81
3
Sadar
82
4
Sadar
83
5
Sadar
84
6
Sadar

Kesimpulan
seks pra-nikah pertama kali dilakukan secara sadar
85
1
Bagaimana perasaan Anda setelah hal itu terjadi?
Rasanya menyesal dan kecewa terhadap diri sendiri.
86
2
Setelah hal tersebut terjadi saya menyesal, namun rasa penyesalan mendalam saat mantan pacar saya meninggalkan saya tanpa sebab dan alas an
87
3
Menyesal, sedih, dan saya menangis berhari hari, mengurung diri di kamar
88
4
Menyesal, karena saya hamil, orang tua saya sedih.
89
5
Biasa saja, tapi ada sedih juga waktu saya hamil kemudian saya aborsi
90
6
Menyesal, Takut hamil

Kesimpulan
setelah melakukan seks pra-nikah, rata-rata pelaku merasa menyesal.
91
1
Jika menyesal, hal apa yang dilakukan pertama kali?
Merenung dan lebih sering diam karena takut.
92
2
Mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan.
93
3
Meminta maaf kepada Tuhan
94
4
Memberitahukan ke orang tua
95
5
Bercerita kepada pacar, tidak ingin lagi
96
6
Bercerita kepada teman dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kesimpulan
jika menyesal, pelaku mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan, merenung dan bercerita orang lain.
97
1
Kepada siapa pertama kali Anda membicarakan masalah itu?
Kepada teman yang dianggap bisa menjaga rahasia
98
2
Kepada sahabat saya
99
3
Kepada saudara saya
100
4
Sahabat
101
5
Teman
102
6
Bercerita kepada teman

Kesimpulan
pelaku bercerita kepada teman, sahabat atau sahabat yang dianggap dapat menjaga rahasia
103
1
Bagaimana reaksi orang tersebut setelah masalah itu diceritakan dan perasaan Anda setelah itu?
Menasehati dan menyuruh untuk taubat, Lebih tenang karena ada teman berbagi.
104
2
Shock, dan tidak percaya, menasehati saya supaya hubungan tersebut diakhiri.
105
3
Menenangkan saya, dan menguatkan saya
106
4
Kaget, dia mencoba untuk tenang dan menenangkan saya.
107
5
Pertama kali terkejut.
108
6
Terkejut, kemudian memberikan nasehat dan saran untuk tidak melakukannya lagi.

Kesimpulan
tempat mereka bercerita, memberikan nasehat untukk mengakhiri hubungan atau tidak melakukannya lagi, menenangkan dan menguatkan mereka
109
1
Apakah dengan terjadinya masalah tersebut, menimbulkan masalah baru? Kalau ada, masalah apa yang muncul?
Iya, Prestasi menurun, sering memikirkan masalah itu.
110
2
Banyak masalah baru, Di tinggalkan oleh mantan pacar saya dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat terhadap saya. Saya stress sehingga mengganggu konsentrasi. Masalah timbul ketika saya mempunyai pacar kembali, dan menceritakan sesungguhknya kepada pacar saya saat ini.
111
3
Ya terjadi masalah. Karena Saya sudah pernah melakukan sebelumnya dan tidak terjadi masalah maka Saya melakukannya lagi dengan pacar saya yang juga mantan pacar saya sebelum dia. Yang kemudian terjadi kecelakaan. Dan kami menikah 7 bulan silam. Saat ini anak saya sudah lahir dan baru berumur 1 minggu.
112
4
Banyak, yaitu masalah saya hamil, cara menutupi kehamilan dari tetangga, kelanjutan sekolah saya gimana?, anak saya nantinya siapa yang ngasuh, apakah tetap jadi anak saya atau anak orang lain dan kelanjutan saya dengan mantan pacar saya.
113
5
Iya, masalah kehamilan saya mau diapakan.
114
6
Nggak ada

Kesimpulan
masalah baru yang muncul berupa kehamilan, prestasi menurun, pacar tidak mau bertanggungjawab
115
1
Bagaimana menyikapi masalah baru itu?
Menyemangati diri sendiri, lebih tegar dan tidak mengulangi lagi
116
2
Menjelaskan dan memberi pengertian
117
3
Masalah kecelakaan tersebut, saya memberi taukan kepada orang tua dan kemudian kami menikah.
118
4
Cari solusi bersama orang tua saya dan mantan pacar saya.
119
5
Aborsi.
120
6
-

Kesimpulan
menyikapi masalah baru yang muncul dengan mencari solusi seperti pada kehamilan dengan menikah atau mengaborsi, menyemangati diri sendiri dan tidak mengulnginya lagi
121
1
Apakah orang tua Anda mengetahui hal tersebut saat ini ?
Tidak mengetahui
122
2
Tidak
123
3
Kejadian pertama kali tidak mengetahui. Namun saat masalah kecelakaan tersebut orang tua Saya mengetahui.
124
4
Iya
125
5
Tidak
126
6
Tidak

Kesimpulan
rata-rata orang tua tidak mengetahui tentang seks pra-nikah yang dilakukan
127
1
Bila mengetahui apa reaksi dan tanggapan orang tua ?
-
128
2
-
129
3
Kecewa berat terhadap Saya, namun mereka terlihat tegar
130
4
Bingung, terkejut, marah, sedih dan pusing namun tetap tegar.
131
5
-
132
6
-

Kesimpulan
orang tua yang mengetahui merasa kecewa, sedih, marah, pusing namun tetap tegar
133
1
Apakah Anda masih menjalin hubungan baik dengan orang yang menjadi rekan Anda dalam berhubungan intim untuk pertama kali di luar nikah?
Masih menjalani hubungan baik dengan orang tersebut.
134
2
Masih menjalin hubungan baik
135
3
Ya saya masih menjalin hubungan
136
4
Tidak
137
5
Iya
138
6
Tidak

Kesimpulan
rata-rata masih terjalin hubunggan baik antara mereka dengan rekan seks pra-nikah pertama kali
139
1
Setelah melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya diluar nikah apakah Anda melakukan hubungan intim diluar nikah lagi?
Tidak
140
2
Tidak
141
3
Iya
142
4
Tidak
143
5
Iya
144
6
Tidak

Kesimpulan
setelah melakukan seks pra-nikah pertama kali, sebagian melakukannya lagi dan sebagian tidak melakukannya lagi.
145
1
Apa saran kepada remaja perempuan yang sudah dan belum melakukan hubungan intim diluar nikah?
Jangan sampai mendekati hal tersebut, jaga diri
146
2
Bagi yang belum melakukan lebih baik hati-hati dengan lawan jenis / pacar. Tidak bisa dipungkiri bahwa laki-laki dan perempuan apabila berduaan di tempat yang situasi dan kondisinya memungkinkan untuk melakukan hal tersebut maka kemungkinan besar akan terjadi. Dekatkan diri kepada Tuhan. Dan saling mengingatkan. Jika sudah melakukan saran saya berhati-hati dengan pacar saat ini. Anda mungkin bisa bertambah baik atau sebaliknya. Karena tidak menutup kemungkinan hal
147
3
Saran untuk semua harus bisa jaga diri sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena hal apapun bisa terjadi diluar kesadaran kita. Berhati-hati, jangan sampai menyesal dan selalu ingat dengan Tuhan.
148
4
Yang belum melakukan sebaiknya jangan melakukan, akan lebih baik jika keperawanan kita itu hanya untuk orang yang akan menjadi suami kita. Untuk yang sudah, jangan dilakukan lagi, karena juga itu melanggar norma dan agama dan banyak dampak negatifnya lagi.
149
5
Yang belum, sebaiknya jangan melakukan. Yang sudah kan sudah banyak pengalaman, tau lah yang baiknya gimana.
150
6
Yang belum jangan melakukan, karena penyesalan itu datangnya diakhir, keperawanan itu hanya untuk suami kita. Yang sudah, ya jangan melakukan lagi, karena itu dosa.

Kesimpulan
kebanyakan yang telah melakukan menyarankan bagi yang belum melakukan jangan melakukan dan bagi yang sudah sebaiknya menghentikan.





BAB 3

ANALISIS DATA


3.1  Faktor Penyebab dan Faktor Pendukung Remaja Wanita Melakukan Hubungan Intim Pertama Kali Sebelum Menikah
Berdasarkan data yang diperoleh ada beberapa faktor penyebab remaja melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya sebelum menikah yaitu rasa sayang dan percaya berlebihan terhadap pasangan, paksaan dari satu pihak, dan tidak bisa menahan nafsu.
Dari segi umur, disaat mereka melakukan hubungan intim pertama kali sebelum menikah, mereka masih terlalu muda yaitu 13 – 17 tahun, pada kisaran umur ini mereka masih dalam proses perkembangan dalam hal pemikiran, perasaan dan perilaku, mereka masih tidak terlalu memahami mana yang baik dan mana yang buruk, dapat disebut mereka masih lugu dan polos. Mereka akan cenderung memiliki kontrol diri yang lemah dan lebih mengutamakan perasaan dan nafsu mereka dalam mengambil keputusan untuk diri mereka, tanpa melalui proses pemikiran. Rasa ingin tahu mereka juga besar terhadap hal-hal baru tanpa ada pembatas atau tanpa diimbangi kontol terhadap diri mereka.
Faktor penyebab tersebut di dukung oleh beberapa faktor pendukungnya yaitu situasi dan kondisi yang memungkinkan untuk melakukan hubungan intim. Adanya kesempatan karena kondisi dan situasi rumah, kontrakan atau kos yang sepi mengakibatkan terbawa suasana dan terjadi hal tersebut. Kemudian kurangnya pengawasan dari orang tua karena terlalu percaya kepada anaknya dan anak yang kurang terbuka terhadap orang tua, serta kurang pedulinya orang sekitar atau orang terdekat.
3.2  Kelanjutan Hidup Remaja Wanita Setelah Melakukan Hubungan Intim Pertama Kalinya Sebelum Menikah
Berdasarkan data yang telah diperoleh, kelanjutan hidup para remaja wanita yang telah melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya sebelum menikah yaitu muncul masalah baru yang rumit, seperti hamil atau ditinggalkan pasangannya. Masalah kehamilan memaksa mereka untuk menceritakan kepada orang tua karena sebelum terjadi kehamilan mereka tidak menceritakan masalah tersebut kepada orang tua, namun kepada teman, sahabat terdekat atau pacar saat itu.Selain itu timbul rasa bersalah kepada orang tua, dan mencoba menutupi kehamilan karena malu terhadap lingkungan, baik lingkungan sekolah atau masyarakat sekitar.
Untuk remaja wanita yang tidak sampai mengalami kehamilan tetap merasakan dampak dari perbuatan tersebut, yaitu ditinggalkan oleh pasangan, yang menyebabkan rasa sakit hati, penyesalan, dan sedih berlarut larut yang mengakibatkan stress dan tidak menemukan solusi yang baik. Stress tersebut mengakibatkan prestasi di sekolah menurun, karena kurangnya konsentrasi dalam belajar.
Pada usia mereka yang sekarang kisaran 18 - 20 tahun, mereka sudah memiliki kontrol terhadap diri mereka, dan dapat mengambil keputusan yang baik untuk diri mereka. Di usia mereka saat ini, kebanyakan dari mereka menyesal telah melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya diluar nikah, dan tidak melakukannya lagi. Mereka juga menyarankan kepada mereka yang belum pernah melakukan hubungan intim pertama kali diluar nikah untuk tidak melakukannya dan menjaga diri,
3.3  Kisaran Umur Remaja Wanita Melakukan Hubungan Intim Pertama Kalinya Sebelum Menikah
Usia mereka saat kehilangan keperawanannya terbilang sangat muda, sekitar umur 13-17 yang dikatakan masa remaja.




BAB IV

PENUTUP


4.1 Simpulan

Banyak remaja wanita yang sudah melakukan hubungan intim diluar nikah. Kebanyakan dari remaja tersebut belum mendapatkan pendidikan seks, sehingga hubungan intim adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dan didiskusikan, mereka memiliki sedikit pengetahuan agama serta memiliki pemahaman yang dangkal tentang moral dan norma. Umur mereka sekitar 13-17 tahun, dimana pemikiran remaja saat itu dalam masa perkembangan, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, namun dalam pemenuhan rasa ingin tahu itu tidak diikuti dengan pengetahuan tentang agama, moral dan norma. Mereka masih polos terhadap hal-hal yang berkaitan tentang hubungan intim, serta sulit dalam menentukan mana hal yang salah dan yang benar.
Peran keluarga sangat dibutuhkan dalam kasus ini karena keluarga memiliki peranan penting dalam perkembangan psikologis, pembinaan nilai dan moral anak. Tidak hanya keluarga, pengaruh teman sebaya, pengaruh media elektronik dan telekomunikasi juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan nilai dan moral remaja saat ini. Dari segi pendidikan, remaja harus dibekali dengan pendidikan seks, agar mereka tau dampak negatif dari seks, sehingga ada rasa takut dalam diri mereka untuk melakukan hubungan intim diluar nikah, serta dalam pendidikan seks mereka akan paham tentang dampak buruk dalam melakukan hubungan intim diluar nikah. Tidak hanya pendidikan, pemahaman dan pengetahuan tentang seks, namun moral dan norma juga harus ditanamkan remaja saat ini, sebagai pembatas agar mereka tidak melakukan hubungan intim diluar nikah.
Permasalahan ini juga erat kaitannya dengan psikologi atau kejiwaan. Orang-orang yang telah melakukan hubungan intim diluar nikah untuk pertama kalinya, kejiwaannya akan terganggu seperti depresi, stres, sedih dan menyesal. Perasaan tersebut akan menganggu konsentrasi dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Saat mengalami masa-masa kekacauan emosi tersebut seseorang akan mencari cara agar perasaannya terkendali, merasa nyaman dan aman, seperti mengunci diri dikamar, bunuh diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, bercerita kepada teman, menciptakan pemikiran baru bahwa yang dilakukannya adalah benar dan lain-lain. Psikologi erat kaitannya dengan keyakinan atau rohani, agar orang yang pada masa-masa kekacauan sebaiknya bercerita kepada orang yang dipercayainya, kemudian mendekatkan diri kepada Tuhan,  serta mencari solusi yang baik. Untuk menghindari melakukan hubungan intim diluar nikah tersebut caranya adalah hindari pacaran berlebihan, tidak melakukan dan membiasakan diri dengan hal-hal yang membangkitkan nafsu birahi dan melatih mengendalikan diri agar tidak terbawa oleh nafsu.

4.2 Saran

Untuk yang akan melanjutkan riset, disarankan memperbanyak responden yang dapat memberikan informasi dengan lengkap serta melakukan survey secara luas dan umum yang dapat dilakukan secara langsung mupun tidak langsung. Riset lanjutan mungkin dapat difokuskan pada kepribadian responden serta aktifitas responden, serta suasana dan kondisi saat hubungan intim diluar nikah dilakukan untuk pertama kalinya. Sehingga didapatkan data yang mendalam dan berbagai faktor sehingga terjadinya hal tersebut yang kemudian dikelola,dianalisa dan disimpulkan.



DAFTAR PUSTAKA

 

(2011, Januari). Diambil 14 April 2014 dari Zona Ilmu Pendidikan: http://zonainfosemua.blogspot.com

(2012, November 4). Diambil 14 April 2014 dari  Seksblog69: http://seksblog69.blogspot.com

LAMPIRAN

tidak dicantumkan karena bersifat sensitif

No comments:

Post a Comment